27/06/16

Agar Tilawah Ngga "PHP"


Syahrul Mubarok Ramadhan menjadi momentum bagi umat Islam untuk memperbaiki diri dan memperbanyak amalan Ibadah. Betapa tidak, di bulan ini Allah SWT mengobral begitu banyak pahala dan keberkahan. Setiap Amalan Wajib dilipatgandakan pahalanya sedang amalan sunnah di setarakan dengan ibadah wajib. Nah... salah satu ibadah andalan saat bulan Ramadhan adalah Tilawah atau membaca Al Quran.
Buat yang sudah terbiasa membaca Al Quran satu juz sehari diluar Ramadhan, tentu target Ramdhannya lebih dari sekali khatam Quran selama Ramadhan. Buat yang belum terbiasa, maka khatam Quran selama Ramadhan tentu menjadi prestasi tersendiri. Membaca Al-quran sehari Juz kadang bisa di selesaikan dalam waktu 30 menit buat yang sudah sangat lancar atau 1.5 jam bagi yang masih terbata-bata, jadi bisa di buat ukuran rata rata membaca Al Quran satu juz nonstop membutuhkan waktu kurang lebih 1 jam.

Dalam beberapa kondisi, tilawah nonstop 1 jam memerlukan kondisi fisik dan konsentrasi yang nyaman. Terkadang diawal membaca terasa berat. Tidak jarang, menjelang akhir bacaan, dibenak kita  berharap bahwa lembar berikutnya adalah lembar terakhir, dan agak melemahkan semangat jika lembar yang kita harap lembar terakhir ternyata masih beberap lembar lagi karena salah hitung atau prediksi. Bagi yang tilawah menggunakan Mushaf Ustmani atau quran pojok, jumlah lembaran dan halaman perjuznya lebih mudah di prediksi. Karena dalam satu juz teridiri dari 10 lembar atau halaman, kecuali pada juz awal dan akhir.

Dengan format halaman dan lembar yang stabil setiap juznya maka Mushaf Al Quran Tersebut secara otomatis akan memiliki pola yang sama setiap Juznya. Kita bisa perhatikan pada halamannya. Jika mau menghitung maka halaman juz bisa kita hitung setiap kelipatan 20. Tapi jika terlalu repot menghitung dan mengkalikan. Kita cukup melihat pola angka terakhir setiap halaman. Angka terakhir halaman tersebut menunjukan letak halaman untuk setiap setengah juz. Awal Juz, angka terakhir halamannya selalu angka 2, dan akhir juz, angka terakhir halamannya selalu angka 1.  Memang tidak selau angka terakhir halaman 2 adalah awal juz karena angka terakhir halaman 2 terdapat juga untuk awal tengah juz ke dua. Intinya dalam 1 Juz terdapat dua kali pengulangan angka akhir halaman karena banyaknya jumlah halaman dalam 1 juz yang 20. 

Jadi, secara tidak langsung setiap angka 0-9 merupakan tanda dari halaman tertentu dalam 1 juz tersebut. misalnya angka 7, maka setiap halaman dalam Al quran Mushaf Ustmani yang angka terakhir nomor halamnnya 7 adalah halaman ke 5/15 dari Juz yang bersangkutan.
Misalnya hal 344, karena angka 4 selalu menunjukan halaman ke 3/13 dari juz yang bersangkutan. maka halaman 344 adalah halaman ke 3 dari juz ke 18.  contoh lain pada halaman 77 Al Quran Mushaf Ustmani merupakan halaman ke 15 dari juz 4 di Al Quran. Dengan berpatokan pada angka akhir halaman tersebut, dengan sekilas kita dapat langsung tahu posisi halaman kita saat sedang khusu tilawah. Sehingga saat masih jauh kita tetap bersemangat dan saat sudah hampir selesai kita sudah bisa memperkirakan sisa bacaan untuk mencapai target 1 juz. 

strategi lain agar saat tilawah tidak PHP adalah dengan menggunakan ukuran waktu. kita bisa buat research kecil kecilan, berapa rata rata waktu yang kita perlukan untuk menyelesaikan tilawah 1 juz dalam satu waktu. kemudian kita bisa hitung juga berapa waktu yang kita perlukan untuk menyelesaikan bacaan sebanyak 1 lembar atau 1 halaman. Hitungan waktu akan lebih mudah dan real jika kita menggunakan jam digital. Kecepatan bacaan yang kosntan membuat kita memiliki standar durasi bacaan sendiri. Sehingga saat memulai tilawah, fikiran kita sudah terkondisikan untuk tilawah selama durasi bacaan kita tersebut. dengan waktu yang lebih presisi untuk setiap halaman/lebar kita juga bisa memperkiraan banyak lembaran terakhir yang belum terbaca dengan mengkoknversi siswa durasi yang ada di jam yang kita lihat.

Dari beberapa strategi tersebut tentu yang paling utama adalah menguatkan niat dan tekad untuk menunaikan ibadah tilawah. Sehingga apapun kondisinya target tilawah tetap dapat tertunaikan seberat apapun tantangannya. Lebih mudah lagi jika kita mampu terus menambah hafalan, sehingga semua bacaan di Al Quran sudah kita ketahui porsi panjang pendeknya. Semoga Allah menjaga dan mentakdirkan kita sebagai ahlul Quran baik di  bulan Ramadhan maupun di luar bulan Ramadhan.

Tidak ada komentar: