22/06/16

Gadget Liar


Harga perangkat elektronik saat ini semakin murah dan semakin canggih, tak terkecuali gadget atau smartphone. Dengan uang kisaran satu juta kita sudah bisa dapat handphone android yang relatif canggih walaupun produk China. Dengan berbagai fiture dasar yang saat ini seolah menjadi kebutuhan pokok sudah bisa kita dapatkan. Mulai dari kamera 5MP, jaringan 3G, sistem operasi android yang compatible dengan banyak aplikasi maupun games. Serta berbagai macam kanal sosial media yang membuat berbagai macam interaksi sosial menjadi semakin maya. Artinya menjauhkan yang dekat dan mendekatkan yang jauh.


 Situasi menjauhkan yang dekat dan mendekatkan yang jauh sering kita jumpai dalam aktivitas kebersamaan tapi di isi dengan interaksi bersama gadgetnya masing masing dan lebih khusu' berkomunikasi dengan orang yang lebih jauh. situasi yang sama menular juga di keluarga. interaksi di rumah seakan hening walau seluruh anggota keluarga sedang berkumpul. bagaimana tidak, masing masing anggota keluarga asik dengan gadgetnya masing masing.

ayah masih sibuk dengan urusan kantor dan teman temannya, ibu juga asik dengan obrolan di grup. Kakak sibuk chatting dengan teman teman sekolah, adik tenggelam dengan gamesnya dan bibi juga ngga mau kalah nonton dangdut di youtube. Berkumpul tapi hambar.

Telepon Pintar akan semakin liar efeknya jika masing masing individu pengguna telepon tersebut tidak "pintar". Pintar bukan artian hanya dalam hal teknis penggunaannya saja melainkan juga pintar dalam aspek sikap dan tanggung jawab. Telepon pintar akan terlihat kepintarannya jika terkoneksi dengan Internet. Nah mendidik orang khususnya anak anak agar sikapnya pintar dan tanggungjawabnya juga pintar selayaknya harus di lakukan terlebih dahulu jika hendak menggunakan telepon pintar tersebut atau memberikan gadget kepada anak anak kita.

Mendidik sikap dan tanggung jawab terlebih dahulu sebelum menggunakan gadget bisa diibaratkan seperti memberikan SIM bagi setiap orang yang akan mengendarai Kendaraan bermotor, baik roda dua maupun roda empat. Secara, banyak anak anak usia SD yang sudah mahir mengendarai kendaraan sepeda motor, namun secara kelayakan mereka belum di perbolehkan mengendarai sepeda motor sebelum berusia 17 tahun. Karena mengendarai kendaraan bermotor tidak hanya butuh keahlian teknis saja melainkan juga penting untuk ahli bersikap dan bertanggung jawab dalam mengendarai kendaraan bermotor. Jika tidak maka yang berbahaya tidak hanya orang yang bersangkutan melainkan orang banyak sangat mungkin terkena dampak bahayanya.

Penggunaan gadget yang tidak bertanggung jawab sama bahayanya dengan mengendarai kendaraan dengan tidak bertanggungjawab. Setiap orang tua, guru, pemerhati anak, serta pemerintah terkait harus memberikan perhatian dan pengawasan lebih terhadap antisipasi bahaya penggunaan gadget ini. Pendidikan terhadap orang tua menjadi penting agar para orang tua juga menyadari bahaya jangka panjang dan tidak kasat mata dari penggunaan gadget yang salah.

Kesadaran bahaya penggunaan gadget, harus dihadirkan seperti perhatian orang tua yang sedang menjaga anaknya bermain main di kolam renang. Tentu tidak akan ada orang tua yang berani melepas anaknya yang masih kecil atau belum bisa berenang, bermain main sendirian di kolam renang apalagi kolam nya dalam. bermain di kolam renang menampakan bahaya yang nyata sengga orang tua lebih antisipatif. Nah bahaya yang nyata itu juga harus di tampakan dihadapan para orang tua sebelum memberikan gadget kepada anak-anaknya.

Terlalu sederhana jika karena urusan gengsi dan gaya hidup maka kita mengabaikan bahaya yang mengancam dari setiap penyalahgunaan gadget.

2 komentar:

Billy mengatakan...

Sebelum berinteraksi dengan teknologi, kita harus tahu dulu manfaatnya bagi kehidupan kita. Great!

Oskar Glauber mengatakan...


If some one wants to be updated with newest technologies then he must be pay a visit this web site and be up to date daily. gmail login