Siapa Arsad... ?


Arviantoni Sadri... itulah nama yang di berikan oleh Papah Priharyanto dan Mamah Sumarni saat lahir ke dunia Kamis 10 September 1981 lalu di Lhokseumawe Aceh. Saat itu, papah memang berstatus sebagai Pegawai Negeri di Departemen Transmigrasi, wajarlah jika penempatannya keliling nusantara. Tapi Papah dan mamah asli Jawa Tengah sebenarnya. Mamah dari Banyumas dan Papah keturunan Gombong walau papah besar di Cirebon. Jadi status Aceh dalam kehidupan saya adalah numpang lahir saja. Sebab 8 tahun kemudian atau tepatnya tahun 1989 papah memboyong seluruh keluarga untuk merintis ulang hidup di Jawa.


Kenapa merintis ulang... ? dengan berbagai alasan papah mengundurkan diri dari statusnya sebagai PNS memilih merintis hidup di Jawa. Pulang ke Jawa dengan non status dan non job serta tanpa membawa banyak perlengkapan yang dimiliki selama tinggal di Aceh. Tak lama berselang Aceh berstatus menjadi Daerah Operasi Militer oleh pemerintahan suharto waktu itu. Menata ulang hidup di Jawa maka yang di lakukan Papah adalah menitipkan saya dan kakak di kampung halaman ke bu de dan pa de di banjarnegara sebagai anak yang sudah dianggap bisa ditinggal, sedangkan adik saya ikut bersama mamah dan papah berjuang di Jakarta. Walau sama sama di kampung, kakak dan saya di titipkan pada keluarga yang berbeda. Bedanya lagi saya hanya setahun tinggal di kampung bersama Bu de sedangkan kakak tinggal hingga lulus SMA baru bergabung lagi di Jakarta bersama keluarga, karena keluarga Bu de yang di tinggali kaka tidak ada anak kandung.

Setahun tinggal dan sekolah di Jawa lumayan banyak teman yang di miliki namun belum cukup untuk menguatkan kemampuan bahasa jawa saya, itulah mengapa sekarang saya ngga terlalu fasih berbahasa daerah. Pindah ke Jakarta tepatnya di Pedongkelan Belakang Rt 10/13 Kelurahan Kapuk Kecamatan Cengkareng Jakarta Barat tahun 1990 berarti pindah sekolah di SDN Cengkareng Timur 17 Pagi dan bertemu teman teman baru di tempat pengajian serta budaya baru. Salah satu budaya/tren baru saat itu adalah saya mulai tahu ada stasiun TV lain selain TVRI, dimana saat itu Stasiun swasta tersebut belum menyebar luas di kampung kampung.

saat lulus SD
Saat lulus SD


Di SDN Cengkareng Timur 17 pagi bersekolah hingga lulus tahun 1993, kemudian melanjutkan ke SMPN 248 Jakarta Juga hingga lulus tahun 1996, lanjut ke SMAN 33 Jakarta juga hingga lulus tahun 1999 Alhamdulillah lulus UMPTN di Jurusan Pendidikan Teknik Elektro Universitas Negeri Jakarta hingga lulus tahun 2005. Lulus dari kampus aktif di Yayasan Sekolah Rakyat Indonesia hingga 2010. Baru pindah dari pedongkelan setelah menikah dengan Amelia Lestari tahun 2007 ke Kedaung Kali Angke ( hanya beda kelurahan ). Hingga Tahun 2012 Alhamdulillah bisa nyicil rumah di Perumahan Jatisari Permai Kelurahan Jatisari Kecamtan Jatiasih Kota Bekasi dan Tinggal disana hingga sekarang. Beberapa bulan setelah menikah tepatnya di bulan Agustus 2007 di terima sebagai mahasiswa Pasca Sarjana UI sebagai peserta beasiswa program Magister Kemepimpinan Kemenpora hingga lulus tahun 2009. Hingga sekarang masih berharap mendapatkan beasiswa untuk program Doktoral, Amin.

Saat Nikah


Selain pendidikan formal, dulu sempat juga ikut kursus bahasa Inggris di LP Pembina Cengkareng tahun1997, ikut pelatihan guru Republika tahun 2005, ikut pelayaran kebangsaan Kemdagri 2007, World Leadership youth Training selama 1 bulan di Soul Korea Selatan 2008, alumni eksekutif Training ESQ 2008, TFT Aktivis Kepemudaan selama 1 pekan di Kuala Lumpur Malaysia 2009 dan TFT Archery Coach tahun 2015.


Saat Lulus SMP


Aktif berorganisasi dimulai saat masa masa SMA, jadi kalau banyak orang menyebut masa SMA adalah masa masa yang indah, maka bagi saya masa masa SMA adalah masa yang indah untuk berorganisasi.Walau semasa SMA hanya fokus pada satu organisasi yaitu Kelompok Studi Islam ( KSI ) Rohisnya SMA, Tapi sempat menjadi ketuanya saat kelas 2. Saat kelas 3 baru mulai ekspansi ke organisasi lain di rumah yaitu sebagai ketua Remaja Masjid Nurul Huda di Pedongkelan Kapuk.

Saat Lulus SMA


Lulus SMA dan masuk kampus, aktifitas organisasi makin meningkat seiring melauasnya cakupan kegiatan di kampus. Tahun 2000 sempat menjadi ketua Rohani Islam BEM Jurusan, kemudian tahun 2001 diamanahkan menjadi ketua FSI Al Biruni FT UNJ, tahun 2002 baru aktif sebagai kepala departemen Syiar LDK UNJ. pasca kampus lanjut aktif di Iqro Club Cengkareng, hingga kini tetap aktif berorganisasi sebagai ketua Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) DKI Jakarta sejak tahun 2013.

Saat wisuda S2



Pengalaman bekerja hanya di 2 tempat, setelah mengabdi di Yayasan Sekolah Rakyat Indonesia, Tahun 2010 mengabdi sebagai Kepala Sekolah SDIT Ibnu Sina Duren Sawit Jakarta Timur hingga tahun 2014. Di Amanahkan Sebagai manager pendidikan Yayasan Ibnu Sina tahun 2015 dan Sekarang diamanahkan Sebagai Direktur Pendidikan Yayasan Ibnu Sina. Tahun 2012-2014 sempat mengajar sebagai dosen luar biasa di ampus Bina Sarana informatika (BSI). Selain di bekerja di lembaga Formal, pelan-pelan juga sedang merintis usaha di bidang makanan frozen merk Salimah Food dan mengelola lembaga pendidikan nonformal club panahan di beberapa sekolah. Kadang-kadang suka juga diundang untuk memberikan pelatihan dan motivasi terhadap guru guru di beberapa sekolah di Jabotabek.

Kekinian...

Aktivitas menulis dimulai tahun 2012 di web kroyokan Kompasiana dengan alamat www.kompasiana.com/arviantoni , walau sempat menjadi silent reader di web tersebut sejak 2010. Kemudian mulai iseng bikin web personal arviantoni.com tahun 2013 walau sempat ganti hosting dan hilang data. Mulai lagi buat blog dengan domain yang sama sejak 2015. Mudah mudahan tetap konsisten dan terus berkembang kemampuan menulisnya. arsad


Kontak
email         : arviantoni.sadri@gmail.com

twitter       : @asadri
fb              : arviantoni sadri
fp              : arviantoni.com
channel     : arviantoni sadri
ig              : arviantoni
line            : arsad
Telegram   : arsad





Tidak ada komentar: